~Kerapuhan Diri~
Hati manusia memang benar benar rapuh.. serapuh kayu yang telah digerogoti oleh alam dan waktu.. Hingga Allah lah yang sesungguhnya menetapkan dan menguatkan hati kita. Aku juga belum tahu apakah hati ini berkaitan dengan tabiat? Mungkin iya, mungkin juga tidak. Namun kamu tahu, salah satu tabiat manusia adalah lebih meyakini hal-hal yang bersifat zhahir (yang tampak), itulah mengapa kadang seakan kita tidak merasa berdosa ketika melakukan perbuatan yang melanggar syariat agama, dan hal sebaliknya kita sangat khauf (takut) jika kita melanggar hukum yang dibuat oleh manusia; semisal hukum Negara dan lainnya, karena kita tahu sanksinya langsung dan jelas terlihat. Pertanyaannya adalah ‘masih ragukah kita dengan kehidupan setelah kematian?’
Bahkan tempo hari yang lalu aku dimessage oleh salah seorang teman ku, Muslimah, yang ia ditanyakan pada hal yang sangat prinsipil dalam hidup ini mengenai keTuhanan ‘apa yang membuatmu sangat percaya bahwa Allah adalah ada dan satu-satunya, Islam adalah agama benar?’ Subhanallah…
Tabiat manusia yang lainnya, adalah kita selalu berfikir, bertanya dengan logika, sebenarnya ngga salah (jelas ngga salah, karena kita adalah makhluk yang diberikan akal oleh Allah), tapi hanya perlu kita arahkan saja, gimana cara mengarahkannya? Kalau untuk masalah keyakinan dalam beragama, ada kaidah kaidah yang harus kita pahami terlebih dahulu, dan untuk sampai pada tahap kita paham, tentunya kita pun harus mengetahui ilmunya bukan? Nah ketika ada segumpal benang pertanyaan pertanyaan yang ada di benak itu jangan batasi diri kita hanya sampai pada pertanyaannya saja tapi kita harus cari tahu juga jawabannya yang sebenar benarnya. Pahamkan? Tapi ada yang perlu aku garis bawahi di sini, untuk perkara ghaib semestinya kita ngga perlu memikirkan hal hal yang seperti itu, karena akal kita akan terus bimbang dan ngga akan pernah mengetahui hakikatnya. Biarkanlah hal ghaib menjadi pengetahuan Allah semata.
Dan karena banyak banget pemahaman di luar sana yang bisa dibilang sangat sangat ‘berbahaya’ dalam masalah keyakinan beragama, salah satu istilah lazimnya adalah ‘perang pemikiran’. Jadi selayaknya kita bertanya pada ahlinya dan yang bisa dipercayai.
Ada nasihat yang bagus sekali yang disampaikan oleh Imam Ibnu Taimiyyah kepada murid beliau Imam Ibnul Qayyim:
“Jangan jadikan hatimu seperti bunga karang yang bisa menerima semua yang masuk kepadanya. Namun, jadikanlah seperti kaca bersih; ia bisa menampakkan apa yang ada di belakangnya tanpa harus terpengaruh dengan apa pun yang mengenainya.”
Insya Allah jika kita sudah berusaha, Allah akan memberikan hidayah dan taufiknya, sehingga kita punya ketetapan hati yang kuat, ngga ragu ragu lagi. Menurutku dalam setiap detak kehidupan kita, kita memang rapuh, lalu Allah menguatkan kita. Betapa kita lah yang sangat sangat perlu sama Allah agar kita di dunia ini dapat meniti jalan yang lurus.. jalan yang selamat.. menuju jalan kebahagiaan abadi..
#dikutip






0 komentar:
Posting Komentar